Tidak Ada Makanan Sesempurna ASI
https://anakbangsapost.blogspot.com/2015/04/tidak-ada-makanan-sesempurna-asi.html
Binjai (ABP)
Proses menyusui bayi dengan air susu ibu (ASI) merupakan anugerah yang harus disyukuri dan dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh para ibu. Sebab ASI bisa dikatakan sebagai mujizat. Tidak ada makanan di dunia yang sesempurna ASI, yang mampu mencukupi unsur kebutuhan bayi, baik fisik, psikologis, sosial maupun spiritual.
|
Wakil ketua TP PKK Kota Binjai Hj. Nani Timbas Tarigan dan
pengurus lainnya berfoto bersama narasumber dari AIMI Sumut usai seminar manajemen laktasi di aula Pemko Binjai |
“Melihat begitu unggulnya ASI, maka sangat disayangkan pada kenyataannya masih banyak ibu-ibu yang tidak langsung menyusui dan memberikan ASI pada 30 menit sampai satu hari post partum, “ kata wakil ketua tim penggerak PKK Kota Binjai. Hj. Nani Timbas Tarigan, dalam sambutannya ketika membuka seminar manajemen laktasi ( menyusui), di aula pemko Binjai, Senin (20/4/2015).
Seminar diikuti ratusan peserta terdiri dari pengurus PKK , kader posyandu, ibu hamil, organisasi wanita, dan lain –lain. Turut hadir wakil ketua II TP PKK Kota Binjai, Hj. Nova Elyuzar, kepala Badan KB dan PP dr. Agusnadi Talah.
Sebagai narasumber yaitu dr. Indra Tarigan dari Dinas kesehatan Kota Binjai dan dr. RA . Dwi Pujiastuti, ketua divisi Advokasi Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) Sumatera Utara.
Menurut dr. Indra Tarigan berdasarkan hasil penelitian bahwa ASI mampu meningkatkan kecerdasan bayi dan meningkatkan kekebalan terhadap penyakit. Memberikan ASI juga mampu mengurangi risiko kanker payudara pada ibu.
Sedangkan dr. RA . Dwi Pujiastuti, dari AIMI Sumut mengatakan begitu besarnya manfaat ASI bagi bayi sehingga masyarakat harus terus diberi edukasi dan sosialisasi tentang hal tersebut. Bahkan WHO juga telah menetapkan standar emas pemberian makanan bayi yaitu Inisiasi Menyusui Dini (IMD), ASI ekslusif selama enam bulan pertama dan setelah enam bulan diberikan makanan pendamping ASi yang berkualitas.
Ditambahkannya kunci keberhasilan memberikan ASi diawali dengan IMD setelah satu jam kelahiran diikuti dengan rawat gabung ibu dan bayi, menyusui secara eksklusif dan tidak menggunakan botol, dot dan empeng.
“Keberhasilan memberikan ASI sangat dipengaruhi oleh dukungan lingkungan, dimulai dari suami, orangtua, mertua, teman dan rekan kerja” kata perempuan yang akrab dipanggil Puji ini. (Anin Diur)
Posting Komentar