Swasembada Daging Sapi di Sumut Harus Diupayakan Maksimal
https://anakbangsapost.blogspot.com/2015/04/swasembada-daging-sapi-di-sumut-harus.html
Medan(ABP)
Swasembada daging sapi yang dicanangkan semasa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada tahun 2014 gagal direalisasikan akibat berbagai hal, terutama akibat aktifitas menjelang Pemilu Legislatif (Pileg) 9 April 2014 dan Pemilu Presiden (Pilpres) 9 September 2015. Maka tak pelak lagi, impor sapi pun dilakukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di Indonesia.
Gagalnya swasembada daging sapi itu juga dikecam anggota Fraksi DPRD Sumut Priode 2009-2014, Brilian Moktar,SE,MM yang intinya menyatakan bahwa swasembada daging sapi itu Cuma cerita bohong. Karena kesiapan pemerintah untuk itu sangat kurang.
Tak heran jika Komisi B DPRD Sumut menantang kesiapan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Sumut bila anggaran untuk pengembangan sapi potong kepada peternak sapi di kabuten/kota ditingkatkan pada P APBD Sumut tahun 2015.
“Kita sudah siap. Karena anggaran untuk itu sebesar Rp.20 miliar dirasakan sangat kurang. Jadi dengan adanya peningkatan anggaran tersebut kita harapkan swasembada daging sapi di Sumut dapat direalisasikan,” kata Kadis Peternakan dan Kesehatan Hewan Provsu, Drh.Parmohonan Lubis dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi B DPRD Sumut dengan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provsu dan Dinas Perkebunan Sumut yang dipimpin langsung Ketuanya, Donald Lumban Batu, SE didampingi H.Ikrimah Hamidy,ST,MSi di gedung dewan, Rabu (22/4).
Hadir saat itu anggota dewan lainnya diantaranya Indra Alamsyah, Guntur Manurung,SE, Drs.Aripai Tambunan, MM, Jantoguh Damanik dan Novita Sari, SH. Sedangkan dari dari Dinas Peternakan dan Dinas Perkebunan Sumut turut serta sejumlah Kabid.
Ketua Komisi B, Donal Lumban Batu mengharapkan Dinas Perkebunan Sumut dan Peternakan dan Kesehatan Hewan Sumut dapat bersinergi dengan peternak sapi di kabupaten/kota sehingga harapan swasembada daging sapi dapat terwujud sesuai harapan bersama.
“Kita juga memanggil PT.Perkebunan Sumut yang memiliki lahan besar di beberapa kabupaten/kota di Sumut pada rapat gabungan Komisi B dan Komisi C pada Mei mendatang,” ujar Donald.
Menurut Kadis Perkebunan Sumut Herawati, Sumut memiliki lahan perkebunan cukup potensial untuk pengembangan usaha peternakan sapi dengan luas mencapai 1,2 juta Ha lebih. Jumlah tersebut terdiri dari 414,900 Ha perkebunan rakyat, 313.000 Ha perkebunan negara, 327,580 Ha perkebunan swasta nasional, dan 145,880 Ha perkebunan swasta asing.
“Ke depan, kita bisa memberdayakannya potensi lahan perkebunan itu lebih intensif,” kata Herawati seraya meminta Komisi B DPRD Sumut mengikutsertakan dalam memberhasilkan program swasembada sapi potong di Sumut.
Sementara Kadis Peternakan dan Kesehatan Hewan Provsu, Drh.Parmohonan Lubis, menyebutkan bahwa pengembangan integrasi ternak sapi dan sawit di Sumut sangat potensial, mengingat luas perkebunan sawit sebanyak 1 juta Ha lebih.
“Jika minimal 1 Ha dapat menampung 1 satuan ternak (ST), maka luasan tersebut dapat menampung 1 juta ST lebih,” ujar Parmohonan Lubis seraya mengakui, bahwa populasi ternak sapi di Sumut saat ini sekitar 654.185 ekor dan masih berpotensi untuk dikembangkan.
Parmohonan juga membentangkan berbagai kendala dalam menggelindingkan pola integrasi sapi-sawit diantaranya belum adanya sinergisitas antara pengusaha kebun dan peternak dalam pengembangan integrasi sapi-sawit serta minimnya kebijakan daerah yang mendukung pengembangan integrasi sapi-sawit.
“Salah satu upaya mengatasi kendala dan hambatan adalah adanya peran serta pemerintah (Pusat dan Daerah) maupun pihak swasta/BUMNN dalam mendukung modal usaha peternak di Sumut,”ujarnya. (dey)

Posting Komentar