anakbangsapost

Kader PKP Indonesia Harus Tiru Semangat Juang PDI Indonesia

Medan(ABP)
Banyak hal yang menarik untuk dicermati pada Kongres IV PKP Indonesia yang digelar di Hotel Santika Medan, Sabtu malam hingga Selasa (18-21/4). Pertama adanya keinginan Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) agar Indonesia bisa menguasai pasar dan tidak dikuasai pasar di era globalisasi, termasuk diberlakukannya Masyarakat Ekonomi Eropa (MEA). Kedua, pemerintah mulai membangun SMA Inpres pada tahun 2016 mendatang. Ketiga, kerap ditodong masyarakat untuk memenuhi janjinya seperti Kartu Indonesia Sehat (KIS) dan Kartu Indonesia Pintar (KIP).
Peserta PKP Indonesia dari wilayah Timur di acara Kongres PKP Indonesia di Hotel Santika Medan
Hal lain yang tak kalah pentingnya adalah Ketua Umum PKP Indonesia, Letjen Purn H.Sutiyoso mengisyarakatkan pada kadernya se Indonesia untuk meniru perjuangan PDI Perjuangan yang memiliki semangat juang tinggi meski berada di luar pemerintahan selama 10 tahun.
Harapan Presiden saat membuka Kongres IV PKP Indonesia di Medan memang harus diapresiasi, meskipun kedatangannya di Santika Hotel disambut dengan unjuk rasa menyangkut persoalan tanah di Deli Serdang.
Karena dewasa ini ada kekuatiran masyarakat yang intinya menyebutkan bahwa bangsa Indonesia hanya menjadi penonton pada pasar bebas saat pasar bebas ASEAN dan lainnya diberlakukan di negeri ini.
Bisa jadi pernyataan Presiden Jokowi mengisyaratkan agar bangsa Indonesia mempersiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) dan perangkat lainnya sehingga anak bangsa mampu menguasai pasar. Bukan sebaliknya. Dikuasai Pasar.
Presiden Jokowi yang datang bersama rombongan diantaranya Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarno Puteri, Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh, Pimpinan Partai Golkar versi Munas Ancol, Agung Laksono, dan mewakili Pimpinan Partai Golkar versi Munas Bali, Ketua Umum Partai Hanura, H.Wiranto, Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar dan mewakili PPP.
Jokowi mengakui, bahwa selama memimpin Indonesia bersama Wakil Presiden, Jusuf Kala, kerap ditodong masyarakat untuk memenuhi salah janjinya saat kampanye sebelumnya, yakni memberikan rakyat KIS dan KIP. Ia berjanji pada akhir April 2015, akan menyerahkan 88 juta KIS dan 21 juta KIS kepada masyarakat.
Saat itu Presiden berjanji akan menekan berbagai tantangan yang ada seperti pengangguran yang jumlahnya terbilang tinggi serta kesenjangan sosial antara sikaya dan simiskin yang kini berada nomor 6 di ASEAN.
Sementara Ketua Umum PKP Indonesia, Sutiyoso meminta kepada para kadernya se Indonesia harus dekat dengan rakyat dan meniru semangat juang kader PDI Perjuangan yang pro rakyat serta berada di luar garis pemerintahan. Sehingga pada akhirnya meraih kemenangan pada Pemilu Presiden tahun 2014 lalu.
“Jika kita konsisten membela kepentingan rakyat, kita pasti memperoleh kesuksesan ke depan,” kata Sutiyoso seusai pembukaan Kongres IV PKP Indonesia, Sabtu malam (18/4). (dey)

Related

Medan 2301790648204329643

Posting Komentar

Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic

Edisi Cetak

Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic
item