Kabid Pengairan Kebal Dengan Caci Maki Warga TebingTinggi
https://anakbangsapost.blogspot.com/2015/04/kabid-pengairan-kebal-dengan-caci-maki.html
TEBINGTINGGI - Mengingat warga kelurahan Gambir, kecamatan Tebingtinggi Kota, sering mengalami banjir apabila hujan turun yang disebabkan saluran drainase yang ada tidak berfungsi dan permukaan sungai yang terletak dikota itu tak pernah dikeruk.
Kabid Pengairan Kota Tebing Tinggi, Ir Yusuf dilecehkan warga namun tampaknya pelecehan dan sikap sinis warga sudah membuat kebal Kabid yang sudah 4 tahun menjabat di Dinas PU kota Tebing Tinggi ini.
Dinilai ngotot mensosialisasikan teknis pengalihan pembuatan parit di atas tanah Ryanto seorang pengusaha di kota Tebingtinggi, Selasa {15/4) Ir.Yusuf diberondong sikap dan kata-kata sinis warga yang kesal mengalami kebanjiran bila hujan tiba.
Yusuf mengatakan bahwa pengalihan parit di tanah Ryanto tidak akan menimbulkan dampak banjir dengan memperkirakan debit air dan wadah tampung.
Namun perkiraan Yusuf dipandang sinis, sudah 20 tahun anak sungai bahilang di lokasi itu tudak pernah dikeruk sehingga tidak bisa menampung aliran air drainase warga.
Perhatian pemerintah kota dalam hal ini melalui urusan pengairan menunjukkan ketidakpedulian pada warga. Bahkan Humala Siagian salah seorang warga lingkungan 4 kelurahan Pasar Gambir, kecamatan Tebingtinggi Kota mengatakan pada Ir Yusuf "apa kami harus tenggelam dulu baru bapak cari tahu siapa yang salah?".
Hal ini diungkapkan warga mengingat Dinas PU khususnya bidang pengairan sudah sering melakukan kesalahan yang berakibat fatal bagi warga baik di masa lalu maupun sekarang ini.
Sehingga warga terkena dampaknya yaitu kebanjiran apabila hujan turun. Moment keberatan warga dengan pengalihan parit di tanah Ryanto tersebut menjadi melebar sehingga warga melampiaskan kekesalannya dengan melemparkan unek-unek pedas pada Kabid Pengairan PU kota Tebingtinggi, Ir Yusuf yang ternyata menurut pengakuannya, ia sudah kebal dengan hal itu. Sementara Camat Tebingtinggi Kota , Kota Tebingtinggi Surya Darma tampak sangat mendukung keterangan teknis yang dipaparkan Yusuf, namun tidak demikian warga tetap memprotes sikap Ryanto yang akan mengalihkan parit.
Dituturkan warga, bahwa di kawasan ruang terbuka hijau itu, Ryanto telah membeli tanah yang mengalir anak sungai bahilang lalu menimbun daerah aliran sungai itu dengan. Tanah timbun hingga mencapai 2 meter di areal 2800.meter.
Dikhawatirkan perubahan tipikal alam itu menimbulkan banjir pada warga sekitar. Warga mengharap sikap pemerintah tegas menolak ijin kepada Ryanto karena telah mengelola tanah sehingga mengubah tipikal alami yang dikuatirkan menimbulkan dampak.banjir pada warga.sekitar.(asmi)
Posting Komentar