dr Sofyan Tan: Jangan Coba Permainkan Dana BOS
https://anakbangsapost.blogspot.com/2015/04/dr-sofyan-tan-jangan-coba-permainkan.html
Medan, (ABP)
Pengagas Yayasan Perguruan Sultan Iskandar Muda Medan, dr. Sofyan Tan, mewanti-wanti birokrat yang menyalurkan dana bantuan bagi dunia pendidikan seperti Bantuan Operasional Sekolah.
Bagi Sofyan Tan, dunia pendidikan merupakan infrastruktur penting dalam perbaikan bangsa. Karena itulah sebutnya, dirinya saat ini di DPR-RI giat memperbaiki sarana dan prasana pendidikan khususnya di Sumatera Utara, termasuk Kota Medan.
“Kalau ada manipulasi keuangan, harus dikembalikan ke kas negara. Tapi saya yakin, transparansi seperti saat ini dapat meminimkan kecurangan. Apalagi sekarang seluruh pihak, termasuk masyarakat dapat mengawasi penyaluran BOS”, ujar Sofyan Tan.
Saat diinformasikan berbagai sinyalemen seperti adanya penerima BOS yang hingga 3 tahun belum melaporkan proses penyaluran BOS nya kepada kementrian. Sofyan Tan mengatakan hal tersebut sepertinya mustahil. Sebab bila tidak ada laporan, triwulan berikutnya bantuan akan dihentikan.
Namun saat dipaparkan laporan tersebut berdasarkan laporan rekapitulasi di Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, Politisi Muda di DPR-RI dari PDI-P utusan Sumatera Utara, mengatakan akan mempelajari data-data itu dan berjanji akan meneruskannya di bahagian pendidikan.
Terakhir dr. Sofyan Tan mengharapkan bantuan wartawan untuk memonitor keberadaan sekolah-sekolah yang memerlukan bantuan dari pemerintah, karena penganggarannya dapat dilakukan lewat Komisi yang membidangi Pendidikan di DPR-RI.
“Nanti saya reses kita ketemu, saya pelajari data-datanya. Kalau perlu kita turun langsung bersama-sama kelapangan. Karena masih banyak sekolah-sekolah yang memerlukan bantuan pemerintah”, ujar dr. Sofyan Tan menutup seluler mengakhiri pembicaraan.
Kadisdik Kota Medan Marasutan Siregar saat dikonfirmasi wartawan menepis adanya kekeliruan dalam penyaluran BOS, sebab penyaluran langsung dari Disdik Propsu kepada pihak sekolah, bukan melalui Disdik Medan. “ Dana BOS yang cair sesuai data yang ada langsung ke rekening sekolah bukan melalui Dinas Pendidikan. Coba di cek ke rekening sekolah”, ujar Marasutan lewat pesan singkat elektronik,(18/4). Bawahan Marasutan, Masrul Badri yang menjabat Kabid Pendidikan Dasar menggantikan Syahrial, menyarankan agar wartawan menghubungi Manajer BOS Abdul Johan terkait penyaluran BOS. Namun Masrul tidak membalas pesan elektronik wartawan, yang mempertanyakan apakah dirinya akan segera merevisi data-data keberadaan siswa Sekolah Dasar di Medan peninggalan Syahrial itu. Sementara Syahrial yang kini menjabat sebagai Kabid Pengadaan Pegawai dan Informasi di BKD Medan, hanya menjawab SMS dengan tulisan, “terima kasih infonya”. Sampai berita ini diturunkan Manajer BOS Abdul Johan belum memberikan keterangan apapun kepada wartawan. (yan)
Pengagas Yayasan Perguruan Sultan Iskandar Muda Medan, dr. Sofyan Tan, mewanti-wanti birokrat yang menyalurkan dana bantuan bagi dunia pendidikan seperti Bantuan Operasional Sekolah.
![]() |
| dr. Sofyan Tan |
“Kalau ada manipulasi keuangan, harus dikembalikan ke kas negara. Tapi saya yakin, transparansi seperti saat ini dapat meminimkan kecurangan. Apalagi sekarang seluruh pihak, termasuk masyarakat dapat mengawasi penyaluran BOS”, ujar Sofyan Tan.
Saat diinformasikan berbagai sinyalemen seperti adanya penerima BOS yang hingga 3 tahun belum melaporkan proses penyaluran BOS nya kepada kementrian. Sofyan Tan mengatakan hal tersebut sepertinya mustahil. Sebab bila tidak ada laporan, triwulan berikutnya bantuan akan dihentikan.
Namun saat dipaparkan laporan tersebut berdasarkan laporan rekapitulasi di Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, Politisi Muda di DPR-RI dari PDI-P utusan Sumatera Utara, mengatakan akan mempelajari data-data itu dan berjanji akan meneruskannya di bahagian pendidikan.
Terakhir dr. Sofyan Tan mengharapkan bantuan wartawan untuk memonitor keberadaan sekolah-sekolah yang memerlukan bantuan dari pemerintah, karena penganggarannya dapat dilakukan lewat Komisi yang membidangi Pendidikan di DPR-RI.
“Nanti saya reses kita ketemu, saya pelajari data-datanya. Kalau perlu kita turun langsung bersama-sama kelapangan. Karena masih banyak sekolah-sekolah yang memerlukan bantuan pemerintah”, ujar dr. Sofyan Tan menutup seluler mengakhiri pembicaraan.
Kadisdik Kota Medan Marasutan Siregar saat dikonfirmasi wartawan menepis adanya kekeliruan dalam penyaluran BOS, sebab penyaluran langsung dari Disdik Propsu kepada pihak sekolah, bukan melalui Disdik Medan. “ Dana BOS yang cair sesuai data yang ada langsung ke rekening sekolah bukan melalui Dinas Pendidikan. Coba di cek ke rekening sekolah”, ujar Marasutan lewat pesan singkat elektronik,(18/4). Bawahan Marasutan, Masrul Badri yang menjabat Kabid Pendidikan Dasar menggantikan Syahrial, menyarankan agar wartawan menghubungi Manajer BOS Abdul Johan terkait penyaluran BOS. Namun Masrul tidak membalas pesan elektronik wartawan, yang mempertanyakan apakah dirinya akan segera merevisi data-data keberadaan siswa Sekolah Dasar di Medan peninggalan Syahrial itu. Sementara Syahrial yang kini menjabat sebagai Kabid Pengadaan Pegawai dan Informasi di BKD Medan, hanya menjawab SMS dengan tulisan, “terima kasih infonya”. Sampai berita ini diturunkan Manajer BOS Abdul Johan belum memberikan keterangan apapun kepada wartawan. (yan)
|
No
|
NAMA
SEKOLAH
|
Tahun 2015
|
T
a h u
n 2 0
1 4
|
|||||||||
|
(Rp)
|
Tanggal
|
(Rp)
|
Tanggal
|
(Rp)
|
Tanggal
|
(Rp)
|
Tanggal
|
(Rp)
|
Tanggal
|
|||
|
1.
|
SD Negeri 064981
|
108,000,000
|
2015-03-11
|
83,375,000
|
2014-02-18
|
83,375,000
|
2014-07-21
|
83,375,000
|
2014-07-21
|
76,705,000
|
2014-11-04
|
|
|
2.
|
SD
Bodhicitta
|
158,200,000
|
2015-03-11
|
-
|
-
|
-
|
-
|
-
|
-
|
115,275,000
|
2014-11-04
|
|
|
3.
|
SMP
Bodhicitta
|
107,000,000
|
2015-03-11
|
-
|
-
|
-
|
-
|
-
|
-
|
76,325,000
|
2014-11-04
|
|
|
4.
|
SD
Lentera Harapan
|
200,000
|
2015-03-27
|
23,345,000
|
2014-02-18
|
23,345,000
|
2014-04-30
|
1,305,000
|
2014-11-11
|
24,940,000
|
2014-11-04
|
|
|
34,400,000
|
2015-03-11
|
23,345,000
|
2014-07-21
|
|||||||||
|
5.
|
SMP
Lentera Harapan
|
45,000,000
|
2015-03-11
|
32,305,000
|
2014-02-18
|
31,062,500
|
2014-04-30
|
31,062,500
|
2014-07-21
|
31,950,000
|
2014-11-04
|
|
|
887,500
|
2014-11-11
|
|||||||||||
|
6.
|
SD Kemala Bhayangkari 1
|
52,200,000
|
2015-03-11
|
40,310,000
|
2014-02-18
|
37,120,000
|
2014-04-17
|
38,715,000
|
2014-07-21
|
36,975,000
|
2014-11-04
|
|
|
7.
|
SMP dr
Wahidin Sudiro Husodo
|
252,750,000
|
2015-03-11
|
184,600,000
|
2014-02-18
|
184,600,000
|
2014-04-17
|
184,600,000
|
2014-07-21
|
182,470,000
|
2014-11-04
|
|
|
4,250,000
|
2015-03-27
|
|||||||||||
|
8.
|
SD dr
Wahidin Sudiro Husodo
|
543,400,000
|
2015-03-11
|
422,240,000
|
2014-02-18
|
414,990,000
|
2014-04-17
|
418,615,000
|
2014-07-21
|
382,945,000
|
2014-11-04
|
|
|
3,800,000
|
2015-03-27
|
|||||||||||
|
9.
|
SD IKAL
|
240,600,000
|
2015-03-11
|
175,450,000
|
2014-02-18
|
175,015,000
|
2014-04-17
|
175,015,000
|
2014-07-21
|
176,755,000
|
2014-11-04
|
|
|
1,400,000
|
2015-03-27
|
|||||||||||
|
10.
|
SMP
IKAL
|
54,750,000
|
2015-03-11
|
41,357,500
|
2014-02-18
|
41,357,500
|
2014-04-17
|
41,357,500
|
2014-07-21
|
36,387,500
|
2014-11-04
|
|
|
11.
|
SD
Sultan Iskandar Muda
|
183,400,000
|
2015-03-11
|
123,395,000
|
2014-02-18
|
123,395,000
|
2014-04-17
|
123,395,000
|
2014-07-21
|
133,835,000
|
2014-11-04
|
|
|
200,000
|
2015-03-27
|
|||||||||||
|
12.
|
SMP
Sultan Iskandar Muda
|
126,750,000
|
2015-03-11
|
-
|
-
|
-
|
-
|
-
|
-
|
89,105,000
|
2014-11-04
|
|
|
13.
|
SMP
Dharma Jaya
|
16,000,000
|
2014-11-04
|
-
|
-
|
-
|
-
|
-
|
-
|
11,005,000
|
2014-11-04
|
|
|
14.
|
SD
Mayjen Sutoyo SM
|
28,000,000
|
2015-03-11
|
17,255,000
|
2014-02-18
|
17,255,000
|
2014-04-17
|
17,255,000
|
2014-07-21
|
21,460,000
|
2014-11-04
|
|
|
15.
|
SMP
Mayjen Sutoyo SM
|
26,000,000
|
2015-03-11
|
23,252,500
|
2014-02-18
|
23,252,500
|
2014-04-17
|
23,252,500
|
2014-07-21
|
19,702,500
|
2014-11-04
|
|
|
1,500,000
|
2015-03-27
|
|||||||||||
Penyaluran
BOS kepada beberapa sekolah di Kota
Medan (Sumber: Rekap Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI)

Posting Komentar