Tragis , Gara Gara Kunci Kereta Suami Tikami Istri Lima Liang
https://anakbangsapost.blogspot.com/2015/03/tragis-gara-gara-kunci-kereta-suami.html
PERDAGANGAN(ABP)
Baringin Gultom (49), seorang suami yang tak memiliki pekerjaan menetap, telah dikarunia dua orang putri tega melakukan penikaman sebanyak lima liang di bagian perut. Korban penikaman tak lain adalah istri pelaku sendiri bernama Juwita Boru Hutahaean (55).
![]() |
| Korban Penikaman Saat Di RS Karya Husada Perdagangan |
Tragisnya kejadian tersebut disaksikan oleh Titin boru Gultom (23) dan Lohot boru Gultom (14), keduanya adalah putri pelaku dan korban yang berstatus PNS sebagai guru bertugas di salah satu SD Negeri berlokasi di Pondok Seng, Bah Bayu, Nagori Kerasaan II, Kecamatan Bandar.
Informasi dihimpun, kejadian penikaman yang dilakukan oleh Baringin Gultom terjadi di rumah yang beralamat di Huta V, Nagori Bandar, Kecamatan Bandar, Minggu (15/3), sewaktu korban dan kedua putrinya ingin pergi beribadah ke gereja.
Namun keberangkatan ibu dan kedua putrinya terhalang dikarenakan kunci kontak sepeda motor yang akan digunakan pergi ke gereja disimpan oleh pelaku. Saat korban meminta kunci sepeda motor, namun pelaku tak menghiraukan langsung masuk ke kamar tidur, mengunci pintu dari dalam kamar sambil marah marah dikarenakan permintaan pelaku kepada korban agar menyiapkan pakaian lengkap agar turut pergi bersama ke gereja, akan tetapi korban tidak mengindahkan permintaan pelaku.
Terpancing emosi pelaku yang berada di dalam kamar akibat korban dan Titin putrinya terus mendesak agar kunci sepeda motor diberikan kepada mereka dan pelaku keluar dari kamar seraya mengambil pisau dapur, selanjutnya mengancam keduanya untuk diam dan mengusir mereka dari rumah.
Namun tiba tiba, tanpa diduga oleh korban dan putrinya, saat keduanya sudah berada diluar rumah, pelaku mengejar korban lalu menusukkan pisau dalam genggaman tangannya secara membabi buta hingga korban tersungkur di halaman rumah disaksikan kedua putri mereka.
Selanjutnya, mendengar suara jeritan korban dan kedua putrinya, warga sekitar rumah berhamburan datang dan melihat korban sudah berlumuran darah, segera mengevakuasi untuk mendapatkan perawaratan medis di RS Karya Husada, Perdagangan.
Saat itu, setelah pelaku melakukan penikaman masuk kembali ke dalam rumah dan tak lama pelaku meminta kepada tetangganya untuk mengantarkan ke Polsek Perdagangan guna menyerahkan diri serta membawa alat bukti pisau dapur bergagang kayu bermerk “murni” masih berlumuran darah yang telah digunakan pelaku.
Saat ditemui, tetangga korban yang tak ingin namanya dikorankan mengungkapkan, bahwa akhir akhir ini selalu mendengar terjadi percekcokan antara suami istri tersebut, tanpa diketahui latar belakang penyebabnya dan tak menduga jika suami korban yang berprilaku pendiam itu tega melakukan penikaman terhadap istrinya sendiri.
Apalagi perbuatan tersebut disaksikan oleh kedua putrinya saat mereka akan pergi ke gereja. “Belakangan ini sudah seringnya kami dengar dari dalam rumah mereka bertengkar, tapi kami tak berani mencampurinya dan tak sangka kami bapak si Titin itu menikam istrinya menggunakan pisau dapur disaksikan anak anaknya pula, Lae,” terang pria berkulit sawo matang.
Pejabat Sementara Kapolsek Perdagangan, AKP Masku Sembiring SH didampingi Kanit Reskrim Ipda SM Hutagaol SH saat di Mapolsek Perdagangan, membenarkan dan sudah melakukan olah tempat kejadian perkara adanya peristiwa penikaman yang dilakukan oleh suami korban sendiri menggunakan pisau dapur hingga mengakibatkan korban mengalami luka tusukan sebanyak lima liang dan saat ini penyidik masih melakukan pemeriksaan terhadap pelaku dan meminta keterangan saksi saksi yang melihat kejadian tersebut.
Sementara saat ini korban sudah dirujuk ke RS Vita Insani, Kota Pematangsiantar guna mendapatkan perawatan intensif untuk menyelamatkan nyawa korban dalam kondisi kritis akibat menderita luka tusukan oleh pelaku. “Sudah dilakukan olah TKP dan saat ini pelaku yang telah menyerahkan diri ke polsek sedang dimintai keterangan oleh penyidik guna mengetahui penyebab pelaku melakukan penusukan terhadap istrinya yang saat ini sudah di rujuk ke RS Vita Insani,” terang Kapolsek.
Ketika wartawan ingin mewawancarai pelaku, kapolsek meminta untuk bersabar dikarenakan kondisi pelaku masih dalam keadaan labil dan belum mampu memberikan keterangan yang jelas kepada penyidik. “Sabar ya, pelaku terlihat dalam kondisi labil untuk dimintai keterangan oleh penyidik,” lanjut Kapolsek singkat. (Sal)

Posting Komentar