anakbangsapost

Akibat Saluran Air Semakin Dangkal Luapan Air Banjiri Jalan Raya

SIMALUNGUN(ABP)
Warga sepanjang jalan lintas kota Perdagangan – kota Pematang Siantar tepatnya km 7-8, Huta III, Nagori Pematang Kerasaan, Kecamatan Bandar, mengeluhkan pendangkalan saluran air. 
Akibatnya, jalan raya digenangi air sehingga dapat dipastikan aspal jalan akan menjadi rusak karena air meluber terlebih bila hujan turun. Selain itu luberan air juga membuat sampah berserakan ke sekitar jalan, sehingga membuat lingkungan kotor dan air melimpah di jalan raya.
Pantauan Wartawan di lokasi tampak banyak sampah dan tanah yang menumpuk sehingga terjadi pendangkalan. Terlebih di sekitar lokasi terdapat perumahan, parahnya masing masing warga yang bermukim di lokasi perumahan membuat pipa air untuk menyalurkan air ke dalam saluran air yang tampak sudah dangkal.
Warga sekitar bermarga Saragih mengatakan, timbunan tanah dan sampah itu seharusnya segera dikeruk agar aliran air bisa lancar kembali dan tidak meluber ke jalan. Menurutnya, air yang mengalir bersumber dari saluran irigasi yang seharusnya mengaliri lahan persawahan petani. "Saluran dan gorong-gorong yang melintasi jalan raya itu memang pernah dibersihkan warga secara bergotong royong saluran irigasi yang seharusnya berfungsi untuk mengairi sawah sepertinya tidak pernah ada yang mengurusnya apalagi sejak beberapa tahun lalu lahan persawahan beralih fungsi menjadi lahan darat," tuturnya, Kamis (26/3/2015) sekira jam 09.00 Wib.
Dia menambahkan, air yang meluber dari saluran irigasi di lokasi sepanjang jalan lintas selama ini selalu mengarah ke jalan raya. Akibatnya, secara perlahan jalan pun mengalami kerusakan dan semakin bertambah bagian jalan yang tampak berlubang dan di kawasan jalan lintas kota Perdagangan menuju ke kota Pematangsiantar seperti yang diketahui adalah berstatus jalan provinsi. 
Jalan tersebut merupakan akses menuju ke kota lima puluh, kabupaten Batubara yaitu jalur lintasan jalan nasional. 
Selain itu, kurangnya pengawasan dinas terkait dalam hal pengawasan terhadap kendaraan bermuatan melebihi kapasitas (over tonnage) yang tidak sesuai dengan ketahanan aspal jalan.
“Sebagai masyarakat yang kami harapkan pemerintah segera tanggap melalui instansi terkait segera menanggulangi permasalahan akibat luapan air yang sangat mengganggu warga dan juga pengguna jalan serta pemerintah melakukan pengawasan kinerja instansi terkait,” tambah Saragih. (sal)

Related

Sumut 7653924843418811232

Posting Komentar

Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic

Edisi Cetak

Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic
item