Walikota Medan Diminta Copot Kadisdik Marasutan Siregar, M. Pd.
https://anakbangsapost.blogspot.com/2014/10/walikota-medan-diminta-copot-kadisdik.html
Medan, (ABP)
Anggota Dewan Pendidikan Sumatera Utara, Dr. Mahriyuni, M.Hum, Ir. Ronald Naibaho, M. Si, dan Drs. Hendrik Fauzan, M. Pd, mengatakan pihaknya segera merekomendasikan pencopotan Kepala Dinas Pendidikan Kota Medan, Marasutan Siregar, M. Pd, yang dinilai tidak punya empati serta langkah antisipasi.dalam mencegah terulangnya kembali penyimpangan perilaku murid seperti yang terjadi di SD Percobaan beberapa waktu lalu.
| Ir. Ronald Naibaho, M. Si, |
Padahal lanjut Hendri Fauzan mengatakan penyimpangan seperti kekerasan maupun susila tersebut cenderung juga terjadi di sekolah-sekolah lain, namun dalam versi berbeda dan belum terungkap kepermukaan. Karenanya seharusnya Kadisdik Medan Marasutan Siregar, harus punya progam pembinaan terhadap kepala sekolah sebagai langkah antisipasi, dan mampu mensosialisasikannya kepada guru yang bakal menerapkannya terhadap murid.
| Drs. Hendrik Fauzan, M.Pd |
“Kami sudah bertemu dengan Kepala SDN Percobaan yang berharap agar kasus ini dapat diselesaikan dengan sebaik-baiknya, tanpa menutup kesempatan kepada para murid untuk melanjutkan pendidikannya”, papar Hendrik Fauzan.
Apalagi tambah Hendrik, untuk siswa sekolah dasar sama sekali tidak ada guru pembimbing seperti BP, yang memberikan bimbingan ataupun penyuluhan kepada murid, terkait perilaku, tata tertib, etika, serta pengetahuan tentang kesehatan dan alat-alat reproduksi.
“Sebenarnya murid yang melakukan penyimpangan perilaku, baik pelaku dan korbannya itu harus sama-sama mendapatkan bimbingan dan konseling. Jangan sampai menjadi trauma, yang pada akhirnya membuat mereka jadi putus sekolah”, ujar Hendrik.
Ronald Naibaho menyayangkan sikap Kadisdik Medan yang terkesan tidak punya etika, dan bersikap seperti pengungsi kelaparan.
Saat anggota Dewan Pendidikan Provinsi Sumatra Utara coba menyambangi pejabat tersebut, guna menanyakan langkah antisipasi serta evaluasi dinas terhadap kejadian itu.
“Surat pemberitahuan dari Dewan Pendidikan sudah mereka terima. Eh pas kita kunjungin, koq malah Marasutan Siregar mendelegasikan kepada stafnya untuk menerima kita. Sementara staf tersebut malah mengatakan sama sekali tidak mengetahui persoalan, karena baru kembali dari luarkota. Sedangkan Marasutan seperti pengungsi kelaparan melahap makananan diruangannya, tanpa memperdulikan kami yang mendapatkan informasi seadanya dari Kabid Pendidikan Dasar, Syahrial," sesal Ronald Naibaho.
“Sepertinya setelah puluhan tahun menjadi pejabat di Disdik Medan, Marasutan Siregar jenuh dengan tugasnya sebagai Kadis di Dinas Pendidikan. Saya pikir sudah waktunya Walikota Medan, mencarikan posisi baru untuknya buat penyegaran, dan mencari PNS lain yang lebih memahami pendidikan,”keras Ronald Naibaho.
Kadisdik Marasutan Siregar yang coba dihubungi di 081265141XXX dan 081165XXXX, untuk menanyakan pertemuan Disdik dengan Dewan Pendidikan Propsu tidak menjawab panggilan dan pesan elektronik wartawan. Demikian juga Kabid Pendidikan Dasar Sahrial yang dihubungi di 0812657XXXX, bersikap sama(yan)
Posting Komentar