Kloter 6 Kecewa Pondokan Jauh dari Masjid Nabawi
https://anakbangsapost.blogspot.com/2014/10/sangat-kecewa-mendapat-pondokan-ring-3.html
Medan(ABP)
Tak semua calhaj mendapat layanan hotel yang bagus dan dekat dengan masjid selama menjadi "tamu Allah" di Tanah Suci, Makkah. H.Riza dan H.Zulkarnain bersama jamaah lainnya dari Kloter 6 Debarkasi Medan mengalami nasib yang tidak beruntung.
Mereka menempati pondokan Ring 3 di Madinah yang jauh dari Masjid Nabawi.
"Terus terang, kami sangat kecewa meski diberikan dana pengembalian sebesar 300 real. Konsekwensinya kami harus berjalan kaki dari pondokan ke Masjid Nabawi sekitar 3 kilometer," kata H.Riza, salah satu Ketua Regu di Kloter 6 dan
H.Zulkarnain Murad Syafii pada wartawan di Medan, Jumat malam (17/10/2014).
Ke depan, lanjut Riza dan Zulkarnain, hal seperti tak perlu terulang lagi. Lihat saja jamaah haji Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD), semua jamaah haji mereka mendapat layanan hotel yang memadai dan sesuai yang diinginkan.
Sementara kita tidak semuanya. Menurut keduanya, ada informasi yang menyatakan, bahwa pihak PPIH NAD memberikan panjar terlebih dahulu kepada para pengelola hotel di Tanah Suci Makkah untuk musim haji satu tahun ke depan.
"Kalau panitia Haji Indonesia tidak begitu. Akibatnya kita kerap kehabisan stok kamar di hotel yang bagus," tandas H.Riza seraya mempertanyakan kenapa setiap musim haji tiap tahunnya, soal pondokan haji tetap menjadi masalah.
Sementara Zulkarnain yang juga staf di Dispenda Sumut menyatakan, jamaah haji Indonesia, terutama Medan, sepertinya telah dizolimi pihak Garuda di Jeddah. Selain pelayanan yang mereka berikan tidak simpatik, dan tidak boleh membawa air zam-zam dan lainnya.
"Ternyata banyak jamaah haji yang lolos membawa oleh-oleh saat berada bandara di Jeddah. Ini kan namanya pembodohan terhadap anak bangsa,"kata H.Zulkarnain seraya mengakui, fasilitas akomodasi dan makanan sudah bagus. Begitu juga dengan transportasi bagi calhaj Kloter 6, berjalan lancar sesuai harapan bersama.
Seperti diketahui,H.Zulkarnain yang naik haji untuk kedua kalinya ini bersama isteri tercinta, Hj.Juraidah Munthe. (vandey)
Tak semua calhaj mendapat layanan hotel yang bagus dan dekat dengan masjid selama menjadi "tamu Allah" di Tanah Suci, Makkah. H.Riza dan H.Zulkarnain bersama jamaah lainnya dari Kloter 6 Debarkasi Medan mengalami nasib yang tidak beruntung.
![]() |
|
KECEWA: H.Riza dan H.Zulkarnain di Ahmed
merasa
kecewa mendapatkan pondokan Ring 3 di Madinah.
|
Ke depan, lanjut Riza dan Zulkarnain, hal seperti tak perlu terulang lagi. Lihat saja jamaah haji Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD), semua jamaah haji mereka mendapat layanan hotel yang memadai dan sesuai yang diinginkan.
Sementara kita tidak semuanya. Menurut keduanya, ada informasi yang menyatakan, bahwa pihak PPIH NAD memberikan panjar terlebih dahulu kepada para pengelola hotel di Tanah Suci Makkah untuk musim haji satu tahun ke depan.
"Kalau panitia Haji Indonesia tidak begitu. Akibatnya kita kerap kehabisan stok kamar di hotel yang bagus," tandas H.Riza seraya mempertanyakan kenapa setiap musim haji tiap tahunnya, soal pondokan haji tetap menjadi masalah.
Sementara Zulkarnain yang juga staf di Dispenda Sumut menyatakan, jamaah haji Indonesia, terutama Medan, sepertinya telah dizolimi pihak Garuda di Jeddah. Selain pelayanan yang mereka berikan tidak simpatik, dan tidak boleh membawa air zam-zam dan lainnya.
"Ternyata banyak jamaah haji yang lolos membawa oleh-oleh saat berada bandara di Jeddah. Ini kan namanya pembodohan terhadap anak bangsa,"kata H.Zulkarnain seraya mengakui, fasilitas akomodasi dan makanan sudah bagus. Begitu juga dengan transportasi bagi calhaj Kloter 6, berjalan lancar sesuai harapan bersama.
Seperti diketahui,H.Zulkarnain yang naik haji untuk kedua kalinya ini bersama isteri tercinta, Hj.Juraidah Munthe. (vandey)

Posting Komentar