Menjadi Haji Yang Mabrur Itu Banyak Tantangan Dan Godaan
https://anakbangsapost.blogspot.com/2014/10/menjadi-haji-yang-mabrur-itu-banyak.html
Medan, (ABP)
Harapan menjadi Haji Yang Mabrur dan Mabrurah menjadi tantangan berat bagi 6.000 lebih jamaah haji yang akan kembali ke tanah air, terutama Sumut. Bisakah mereka (jamaah haji) mempertahankan sifat-sifat mulia sekembalinya dari Tanah Suci Mekkah? Agaknya sulit menjawab pertanyaan tersebut.
![]() |
|
Mantan Anggota
DPRD Sumut dari Fraksi Demokrat,
H.Marahalim Harahap foto bersama keluarga
|
Karena hal itu menyangkut masalah keimanan seseorang. Bagi orang awam untuk berbuat hal yang baik dan tidak bertentangan dengan larangan Allah SWT sangat sulit melawan godaan atau bisikan setan untuk melakukan hal negatif.
Konon lagi bagi mereka yang sudah memiliki titel Haji didepan nama mereka.
Sumber yang layak dipercaya tapi enggan disebut namanya mengatakan, sudah sekian tahun seratusan ribu lebih penduduk Indonesia menunaikan ibadah haji di Tanah Suci Mekkah, setiap tahunnya.
![]() |
|
Mantan Kahumas PT.Telkom Divre I Sumbagut, H.Syaiful
Hadi Lubis bersama isteri, Hj.Yuniar |
Namun ternyata tindakan-tindakan yang menyalahi hukum seperti Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), anarkisme, kewenangan jabatan maupun lainnyadi Indonesia tidak berkurang. Malah semakin menjadi-jadi.
Padahal, katanya, mulai dari Presiden, Wakil Presiden, Menteri Agama, Gubernur, Wakil Gubernur, Walikota, Bupati sampai Kakanwil Kemenag di Indonesia sangat berharap mereka yang kembali dari Tanah Suci Mekkah menjadi haji yang mabrur dan bisa menjadi ‘corong’ kebaikan di tengah masyarakat untuk menanamkan pentingnya berbuat kebaikan sesuai perintah Allah SWT.
Itu harapan hakiki yang disampaikan mereka saat pemberangkat jamaah calon haji (calhaj) pada awal September 2014 lalu.
“Tantangan terbesar bagi jamaah haji yang akan kembali dari Tanah Suci, Mekkah adalah ucapan sesuai dengan perbuatan. Karena saat ini tidak sedikit mereka yang sudah memiliki titel haji, perbuatannya tidak sesuai dengan ucapan yang dilontarkan.
Seharusnya tingkah laku bisa dijadikan teladan bagi masyarakat. Bukan sebaliknya,” cetus Siregar, penduduk Medan Amplas, Kamis malam (9/10) saat dimintakan komentarnya tentang jamaah haji Sumut yang akan kembali ke Indonesia mulai Jumat (10/10).
Siregar yang belum memenuhi panggilan Illahi untuk naik Haji ini, mengakui bahwa sebenarnya mereka yang sudah menunaikan ibadah haji itu ingin berbuat kebaikan, namun sayangnya mereka tidak bisa menahan godaan saat berinteraksi dengan lingkungan di kantor maupun lainnya.
Begitupun Siregar mengharapkan agar jamaah haji Kloter 1 Debarkasi Medan yang baru kembali ke Sumut, terutama kota Medan, dapat menjadi haji mabrur dan mereka bisa menyebarkan kebaikan ke tengah masyarakat melalui pengalaman mereka selama memenuhi perjalanan haji yang sarat dengan Kebesaran Allah SWT.
Seperti diketahui, 440 jamaah haji Kloter 1 Debarkasi Medan yang akan kembali ke Sumut diantaranya Ketua MUI Medan, Prof.H.M.Hatta, Ketua MUI Medan, mantan anggota DPRD Sumut, H.Marahalim Harahap dan H.Chairulsyam beserta isterinya, Hj.Fauziah, MH. (vandey)


Posting Komentar