Ketua Fraksi PKS, M.Nasir : Tertibkan Bangunan Liar Di Atas Parit
https://anakbangsapost.blogspot.com/2014/10/ketua-fraksi-pks-mnasir-tertibkan.html
Medan(ABP)
Walikota Medan, H.Dzulmi Eldin diminta untuk memerintahkan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang terkait seperti Dinas Tata Ruang dan Tata Bangunan (TRTB), Dinas PU dan Dinas Perkim untuk membongkar dan menertibkan bangunan liar di atas parit di sejumlah kawasan jalan nasional, provinsi dan jalan kota diantaranya Jalan Prof.HM.Yamin, Jalan Pancing, Jalan Medan Belawan maupun lainnya.
![]() |
| M.Nasir |
"Penindakan terhadap bangunan liar tersebut sangat perlu karena jika dibiarkan berlarut-larut bisa merusak tata ruang kota Medan dan menimbulkan banjir berkelanjutan disejumlah kawasan kota Medan," ujar Ketua Fraksi PKS DPRD Kota Medan, H.M.Nasir menyatakan itu di ruang kerjanya, Kamis sore (2/9), terkait keluhan masyarakat akibat banjir yang rutin datang pada musim penghujan ini.
Menurut HM.Nasir, masalah banjir yang kerap mendera kota Medan bila hujan turun ini tidak bisa dilihat dari satu sisi saja, tapi sangat kompleks.
Satu hal yang tidak dapat dipungkiri adalah sebagian parit dipenuhi sampah rumah tangga. Artinya tingkat ketidaksadaran masyarakat terhadap lingkungan masing-masing sangat minim.
Selain itu ada juga jalan kota seperti di Jalan Brigjen Zein Hamid Kelurahan Titi Kuning Medan tidak memiliki parit. Padahal daerah itu dekat dengan kanal atau sungai buatan baru yang dibangun untuk antisipasi banjir di kota Medan.
![]() |
| LANGGANAN
BANJIR: Gang Balai Desa dan Gang Manggis II Kelurahan Titi Kuning Medan menjadi langganan banjir bila hujan
turun lebat sejak belasan tahun lalu |
"Ini aneh, kemana aja Lurahnya selama ini?," tandas M.Nasir, mantan anggota DPRD Sumut.
Disebutkan, ia juga sudah mengetahui ada belasan penduduk di Gang Manggis II di Kelurahan Titi Kuning Medan, yang senantiasa kebanjiran bila hujan turun.
Banjir tersebut sudah mereka alami sejak belasan tahun lalu.
Bahkan berdasarkan laporan masyarakat, belasan warga mengeluh karena tidak memiliki parit di sepanjang Gang Balai Desa.
Apalagi bila hujan lebat, volume air bertambah akibat parit di depan kantor kelurahan Titi Kuning Medan melimpah ke gang tersebut sehingga banjir tak terelakkan lagi.
Hal lain yang menyebabkan kota Medan selalu banjir adalah daerah-daerah yang sebelumnya dijadikan sebagai kawasan penyerap hujan saat ini sudah sangat berkurang.
"Lihat saja di kawasan Jalan SM Raja kecamatan Medan Amplas, Jalan Eka Warni, Eka Rasmi Medan Johor, Medan Deli dan lainnya yang 20 tahun lalu dijadikan
daerah resapan air, kini sudah hampir rata dengan perumahan dan rumah toko (ruko)," ucapnya seraya mengakui bahwa sistem drainase di kota Medan sangat
buruk dan kurang perawatan.
Untuk itu, lanjut M.Nasir, perlu dibuat Perda, isinya diantaranya memberi
sanksi kepada masyarakat yang membuang sampah sembarangan di sungai dan parit, serta menindak tegas bagi mereka yang membangun rumah permanen di atas parit di jalan nasional, provinsi dan jalan kota Medan.
"Pihak PU juga harus berkoordinasi dengan camat maupun lurah untuk mengawasi lingkungannya sehingga dampak yang dirasakan selama ini bisa ditekan.
Kita pantas malu, Walikota Medan saat ini sudah menerima penghargaan dibidang Tata
Ruang Terbaik ke 5 di Indonesia, tapi ternyata dimana-mana terdapat keburukan ," pungkas M.Nasir. (dey)


Posting Komentar