Jenazah WNI Korban Pembunuhan di Malaysia Tiba di Bandara Kuala Namu
https://anakbangsapost.blogspot.com/2014/10/jenazah-wni-korban-pembunuhan-di.html
Kuala Namu (ABP)
Jenazah Delismawaty boru Pardede ( 32) warga Nagori Raja Maligas I Kecamatan Huta Bayu Raja Kabupaten Simalungun, yang tewas dibunuh di rumah kontrakannya di Flat D Taman Semarak Kota Nilal Malaysia pada Rabu (8/10/2014), tiba di terminal kargo bandara Kuala Namu Jumat (17/10/2014) sekitar pukul 15.30 Wib.
| Peti jenazah Delismawaty saat baru turun dari pesawat |
Suasana haru dan sedih sangat terasa bagi keluarga ketika di line 1 terminal kargo bandara Kuala Namu, saat pesawat Malaysia Air Lines nomor penerbangan MH 864 dari Kuala Lumpur yang membawa peti berisi jenazah Delismawaty ibu beranak 2 mendarat di landasan pesawat bandara Kuala Namu.
| Peti jenazah Delismawaty saat dinaikkan ke Ambulance |
Bahkan saat peti jenazah itu tiba di terminal kargo internasional akan dimasukkan kedalam mobil ambulans BK 1560 TV terlihat Tigor (24) adik sepupu Deslimawaty terlihat tidak kuasa menahan kesedihannya, kedua matanya pun terlihat memerah dan dibasahi air mata.
Berdasarkan keterangan Tigor bahwa Delismawaty ditemukan tewas oleh para tetangga disekitar rumah kontrakan yang ditempati Delismawaty di Malaysia, yang ditempatinya sejak setahun lalu dengan kondisi kedua kaki dan tangan terikat, sementara leher dijerat kabel
charger HP didalam kamar Delismawaty.
Berdasarkan kondisi jenazah Delismawaty petugas Polisi Diraja Malaysia menyimpulkan bahwa Delismawaty tewas dibunuh, selain membunuh Delismawaty pelaku juga mengambil hp dan perhiasan emas milik Delismawaty.
Polisi Diraja Malaysia pun melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas pelaku yang membunuh Delismawaty.
Dengan bantuan sinyal GPS HP milik Delismawaty yang dicuri para pelaku dan penyelidikan petugas Polisi Diraja Malaysia diketahui bahwa pelakuknya adalah seorang wanita yang biasa dipanggil Din yang ditaksir umurnya sekira 40 tahun.
Namun ternyata Din yang juga tenaga kerja Indonesia (TKI) asal Aceh tidak melakukan aksinya sendiri.
Din dibantu oleh teman prianya yang warga Malaysia.
Akhirnya pada Sabtu ( 11/10) Din serta teman prianya pun berhasil diringkus Polisi Diraja Malaysia dari kontrakan Delismawaty.
Selain barang bukti HP milik Delismawaty sebagai barang bukti, di tangan teman pria Din juga ditemukan gigitan Delismawaty yang diduga saat
lehernya akan dijerat dengan kabel charger HP oleh teman pria Din sempat melakukan perlawanan dan menggigit tangan teman pria Din.
Lanjut Tigor bahwa Din teman prianya tega membunuh Delismawaty disebabkan keduanya dendam kepada Din yang sejak bulan Maret, beralih profesi menjadi pedagang pakaian dan menyewa satu kios
untuk lapak jualannya dari yang dulunya bekerja di kilang.
Dendam Din kepada Delismawaty berawal saat bulan Juli lalu Delismawaty melaporkan Din ke Polisi Diraja Malaysia dengan tuduhan Din mencuri uang
Delismawaty 2400 RM.
Din pun diamankan dan dijebloskan ke sel tahanan Polisi Raja Malaysia. Namun meski sudah ditahan selama 3 bulan , Din juga tetap tidak mengakui perbuatannya mencuri uang Delismawaty.
”Din tetap tidak menagkui perbuatannya mencuri uang kakak sepupuku. Berdasarkan perjanjian jika tidak mengakui perbuatannya dalam 3 bulan maka Din akan dilepaskan,”ungkapnya.
”Din tetap tidak menagkui perbuatannya mencuri uang kakak sepupuku. Berdasarkan perjanjian jika tidak mengakui perbuatannya dalam 3 bulan maka Din akan dilepaskan,”ungkapnya.
Pada awal bulan Oktober Din pun dibebaskan dari sel tahanan Polisi Raja Malaysia.”Din dendam sama itoku ( Delismawaty) makanya dia menyuruh teman prianya membunuhnya,”kata Tigor (kk/adis)
Posting Komentar