Buruh dan Mahasiswa Minta Jokowi- JK Komit Atas Janji Kampanye
https://anakbangsapost.blogspot.com/2014/10/buruh-dan-mahasiswa-minta-jokowi-jk.html
Medan, (ABP)
Dua gelombang unjuk rasa berasal dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Deli Serdang dan Gabungan Serikat Buruh Independent (GSBI) aksi unjuk rasa di gedung wakil rakyat DPRDSU Jalan Imam Bonjol Medan, Senin (20/10).
| Massa saat melakukan aksi unjukrasa di DPRD Sumut Senin (20/10/2014) |
Buruh dan mahasiswa minta kepemimpinan Jokowi- Jusuf Kalla agar komitmen dalam janji-janji kampanyenya terdahulu dengan tidak menaikkan harga BBM yang menyengsarakan kaum marginal dan miskin Kota.
Massa buruh yang tergabung dalam GSBI yang lebih dulu datang ke Kantor Wakil Rakyat tersebut melalui Ketua DPD GSBI Sumut Eben mengatakan, sudah 10 tahun keterpurukan rakyat dibawah kekuasaan SBY, untuk itu kepada Jokowi-JK jangan ikuti kebijakan anti rakyat dan anti demokrasi.
Dalam hal ini juga Jokowi- JK diminta agar komitmen menjalankan janji-janji kampanyenya terdahulu, karena suatu saat pasti akan ditagih rakyat, ucapnya.
Sampai hari ini rakyat indonesia terus dihimpit kemiskinan, gizi buruk dan kelaparan.
Demikian juga dengan kenyataan atas meningkatnya angka pengangguran, perdagangan manusia dan tenaga kerja, kriminalisasi tindak kekerasan dan lain sebagainya.
“Untuk itu kami minta kepada pemerintahan Jokowi-JK agar segera mencabut UU Pilkada oleh DPRD,Tolak RPP Pengupahan,
Tolak Rencana kenaikan BBM, jalankan penegakan HAM Indonesia, tolak pemberlakuan upah minimum, stop mega proyek MP3EI yang menjadi permasalahan rakyat Indonesia, wujudkan sekolah gratis dan kuliah murah,”katanya.
Jokowi-JK Jangan tiru kegagalan SBY -Boediono 10 tahun kemarin.
Sementara itu Koordinator Aksi PC PMII Kab Deli Serdang Syahrial Azmi Lubis mengatakan, perjalanan Pilpres sudah selesai yang akhirnya menghantarkan Jokowi-JK untuk memimpin bangsa ini 5 tahun kedepan.
Dengan hadirnya presiden baru, harapan baru menjadi harapan terbesar bagi masyarakat Indonesia kedepannya. Untuk itu kami meminta Jokowi-Jk menjunjung tinggi sumpah jabatan dengan sebaik-baik dan seadil-adilnya dengan memegang teguh amanah dan UU yang berlaku di negeri tercinta ini.
“Jokowi-JK jangan kecewakan amanah yang telah diberikan oleh rakyat Indonesia, pegang janji pendidikan dan perawatan kesehatan gratis, stabilkan harga pangan Indonesia,”ujar Syahrial.
Selain itu, buruh dan mahasiswa juga menuntut pemerintah serius mengubah ketergantungan pada BBM. Supaya tak ada lagi alasan impor tinggi akibat pembelian minyak untuk menutupi kebutuhan energi dalam negeri.
Dalam aspirasinya yang diterima anggota DPRDSU Nezar Joeli dan Sarma Hutajulu mengatakan, sebagaaimana harapan kita akan ada era baru dan harapan baru, kita jelas menolak RUU PIlkada, bahwa kita tidak menginginkan adanya kemunduran demokrasi. Kita mengingkan anak buruh, anak petani jadi presiden dan sejahtera.
Upah murah harus dihentikan dan hidup dengan layak.
Harapan kita prinsip upah murah harus dihapuskan, karena buruh, petani adalah harus sejahtera dalam kehidupan.
Semua aspirasi buruh akan kami sampaikan, karena semuanya masih terhalang alat kelengkapan dewan yang sampai hari ini belum selesai, ucapnya.
Nezar Joeli mengatakan, aspirasi mahasiswa akan ditampung dan kalau alkap sudah selesai, pasti akan dibahas anggota DPRDSU.
Setelah berdialog dengan anggota dewan, akhirnya buruh dan mahasiswa meninggalkan gedung dewan dengan tertib.(erris/winda)
Posting Komentar