Pelantikan DPRK Bireuen Diwarnai Aksi Sejumlah Ormas
https://anakbangsapost.blogspot.com/2014/09/pelantikan-dprk-bireuen-diwarnai-aksi.html
Bireuen, (ABP)
Sejumlah ormas yang menamakan diri Gerakan Mahasiswa dan Pemuda
(GEMPA) Bireuen, yang terdiri dari GaSAK, BiMA, RATA, SKePA, GISA,
GNPK Aceh, FKMB, KP3A, HMI, PEMA UNIMUS, DEMA IAI, LPM SA, BEM STIE,
BEM FISIP UNIMUS, BEM EKONOMI UNIMUS, BEM AKBID MUNAWARAH, berdemo didepan gedung DPRK Bireuen saat pelantikan anggota dewan periode 2014-2019, Senin (1/9/2014).
Koordinator lapangan Mukhlis Munir yang ditemui usai aksi
menyampaikan sekitar lima ratusan pendemo hadir di pelantikan DPRK
Bireuen periode 2014-2019 dalam rangka menuntut agar sejumlah anggota
dewan yang baru dilantik bisa menunjukkan kinerja yang lebih baik. Apalagi komposisi kursi DPRK saat ini sangat proforsional dan ini didasari fonomena kegagalan yang telah ditoreh anggota DPRK 2009-2014.
Dalam pernyataan mereka yang ikut dibagi-bagikan tersebut ikut
memuat, selain pengalokasikan anggaran yang tidak bermanfaat,
pemborosan uang daerah sehingga membuat pembangunan Bireuen stagnan,
tidak ada perubahan yang signifikan.
Juga setiap tahunnya ratusan hektar
sawah warga kering, mereka masih mengharap air hujan, pemerintah
mengabaikan penderitaan petani tanpa memikirkan solusi, pemerintah
sibuk dengan acara ceremony padahal rakyat intelektualnya saja susah
mencari kerja, apa lagi yang tanpa pendidikan otomatis menjadi
pengangguran abadi dan bahkan mengemis karena terpaksa.
Mahasiswa dan Pemuda Bireuen (GEMPA-Bireuen) menyatakan sikap sebagai
berikut, mendesak anggota DPRK Bireuen periode 2014-2019 untuk
menghapus anggaran Aspirasi Dewan dan mengalokasikan seluruh dana
aspirasi untuk menaikkan jumlah anggaran Alokasi Dana Gampong ( ADG ).
Mendesak anggota DPRK Bireuen periode 2014-2019 untuk melakukan
efesiensi terhadap belanja aparatur yang selama ini banyak terkuras
untuk honorarium pegawai dan studi banding yang tidak bermanfaat untuk
daerah.
Meminta anggota DPRK Bireuen periode 2014-2019 untuk lebih
jujur, aspiratif dan amanah sesuai dengan nilai-nilai syariat Islam,
anggota DPRK harus menjadi teladan bagi upaya penegakan syariat Islam
secara kaffah di kabupaten Bireuen.
Meminta anggota DPRK Bireuen periode 2014 – 2019 untuk rajin turun
kelapangan guna mendengar aspirasi masyarakat serta mengawasi
pembangunan yang dijalankan oleh pemda kabupaten Bireuen.
Meminta anggota DPRK Bireuen periode 2014-2019 untuk lebih transparan
dan taat aturan, khususnya menyangkut kewajiban terhadap pelaporan
harta kekayaan (LHKPN) sesuai dengan UU No.28/1999 & UU No.30/2002,
selambat – lambatnya 2 bulan setelah pelantikan.
Untuk memuluskan tuntutan di atas pendemo meminta anggota DPRK Bireuen
untuk membubuhi tanda tangan di atas petisi yang diajukan, akibatnya
dua puluh (20) anggota dewan dari sejumlah 40 anggota DPRK Bireuen
sepakat mendatanganinya.
Diantaranya Salwa Hanum S. Pd (PA) satu-satunya
anggota dewan (perempuan) yang terpilih di Bireuen ikut pakat
mendatangani petisi, Faisal Hasballah AMD (Gerindra), Mukhlis Rama
(PAN), Muzakkir M.Nur S.Sos (PNA), H. Muhammad Amin (Keuchik Min)
GOLKAR, dan beberapa lainnya turut membubuhi tandatangan terhadap
petisi yang di sodorkan mahasiswa.(rel)
Posting Komentar