Mahasiswa Demo Minta Copot Kadisdik Padang Lawas
https://anakbangsapost.blogspot.com/2014/09/mahasiswa-demo-minta-copot-kadisdik.html
Padang Lawas, (ABP)
Diduga sarat dengan praktek Pungli di Dinas Pendidikan Kabupaten Palas sejak dipimpin Kadis Nurhamida Pasribu, sejumlah Mahasiswa yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Barteng melakukan aksi unjuk rasa damai menuntut Kadis untuk segera dicopot.
| Sejumlah
Mahasiswa melakukan aksi unjuk rasa sebagai bentuk kekecewaan terhadap dunia pendidikan di tangan Kadis Nurhamida Pasaribu, Senin (15/9). |
Keberadaan dunia pendidikan Palas sejak ditangan Nurhamida hingga kedepannya diprediksi akan semakin hancur dan bobrok.
Dalam aksi itu massa juga membakar ban bekas didepan kantor dinas sebagai bentuk kekecewaan atas tindakan kadis yang juga dinilai arogan tersebut.
“Untuk itu kedatangan kami ke Kantor Dinas Pendidikan ini untuk meminta pertanggung jawaban oknum Kadis yang telah membuat kebijakan-kebijakan berujung pada praktek pungli,” teriak Amir Husin selaku Koordinator Aksi, Senin (15/9) didepan kantor Disdik.
Sebelumnya massa yang datang dengan melakukan aksi long march terlebih dahulu dimulai dari lapangan merdeka menyuarakan asprasi tentang adanya indikasi permainan kadis mengutak-atik kebijakanditubuh Dinas Pendidikan.
Mulai dari pengadaan buku Konfilasi Adminitrasi dengan harga fantastis sebesar Rp1,5 Juta, bersamaan dengan buku Ramadhan Rp10.000 persiswa untuk semua SD, lalu pengadaan Foto Bupati-Wakil Bupati untuk masing-masing Sekolah Rp.600 Ribu/ Set, dan baru-baru ini disusul dengan pengadaan buku RPP untuk masing-masing sekolah dengan harga Rp. 3 Juta.
“Kemudian ditambah dengan praktek pungli untuk setiap pengurusan berkas bagi guru-guru sertifikasi berkisar Rp.200-300 Ribu.
Tentu ini membuat kita miris akan melihat pendidikan kita dijadikan ajang bisnis oleh Kadis, dengan sendirinya kita dapat menilai belum ada tampak perubahan pendidikan kita ke arah lebih maju sejak dipimpin kadis ini, dan ternyata kadis malah membuat kebijakan diluar kebutuhan kegiatan belajar mengajar siswa dan menjadikan dinas pendidikan sebagai lahan bisnis,” sebut Amir.
Massa yang berorasi selanjutnya diterima Sekretaris Dinas Pendidikan Masnot selang setengah jam, namun upaya Sekretaris tidak dapat bertanggung jawab atas apa tuntutan para pendemo. Sehingga massa memilih membubarkan diri menuju kantor Bupati.
Dikantor Bupati massa yang melakukan tuntutan kadis dicopot dari jabatannya agar tidak membawa dunia pendidikan ke arah ynag lebih bobrok lagi, tidak diterima sama sekali.
Dengan alasan Bupati, Wakil dan Sekda sedang tidak berada ditempat. Massa yang kecewa dengan tertib membubarkan diri, dan berjanji akan kembali melakukan aksi yang sama hingga tuntutan ini direspon Bupati.
“Kepada bapak Bupati yang terhormat dan bijaksana agar lebih peduli dan perhatian terhadap pendidikan kita di Palas, jangan sampai pendidikan kita tercoreng dengan banyaknya praktek-praktek pungli yang dilakukan kadis,” ujar massa sembari membubarkan diri. (Sah)
Posting Komentar