Gedung Bandara KNIA Sumut Bocor Kalau Hujan
https://anakbangsapost.blogspot.com/2014/09/gedung-bandara-knia-sumut-bocor-kalau.html
Kuala Namu (ABP)
Memang Aneh melihat kondisi atap KNIA yang baru setahun lebih beroperasi sudah berkarat, akibatnya atap gedung KNIA ini mengalami bocor dikala hujan hingga air menetes membasahi lantai.
Beginikah keadaan yang namanya bandara Internasional itu, yang dikatakan sebagai bandara percontohan di Indonesia, tampaknya saja megah dan canggih tapi kalau hujan bocor.
Padahal gedung Bandara International itu menghabiskan dana sampai 5,8 triliun dalam pembuatannya, tapi hasil dari dana yang dikeluarkan itu tidak menjamin bebas bocor kalau hujan turun dengan lebatnya.
Pantauan wartawan www.anakbangsapost.com dilapangan dalam laporannya kepada kami Redaksi menyebutkan, pada Jumat (26/9) pagi kemarin saat hujan turun gerimis kecil, kelihatan di beberapa sudut bandara bertaraf internasional itu, seperti di lantai 1 terminal kedatangan dan lantai 3 terminal keberangkatan tepatnya di zona drop zone. Air menetes dari atap bandara yang bocor menggenangi lantai yang terbuat dari keramik, keadaan itu membuat petugas kebersihan harus menampung curahan hujan dengan ember maupun tong sampah.
Menurut salah seorang petugas kebersihan disitu kebocoran atap itu sudah sering terjadi terutama saat musim hujan seperti ini.
Dirinya pun mengaku kalau mereka sudah kewalahan menampung air hujan, belum lagi mengeringkan lantai keramik yang basah akibat cepritan air hujan tersebut,” capeklah kami kalau sudah hujan mana lagi harus mengeringkannya, tragisnya belum lagi kering di sini, tapi ditempat lain sudah basah lagi,” keluhnya.
Mereka sudah sering melaporkannya ke petugas PT AP II dan sudah melihat kenyataan namun tak kunjung diperbaiki,’’ kendati sudah sering kami laporkan ke petugas PT AP II tapi hanya diperiksa saja, sampai sekarang tak kunjung diperbaiki ,’’ ungkapnya kesal.
Sementara itu Nanda (24) salah satu penumpang yang baru tiba dari Jakarta mengaku miris melihat kondisi Bandara Kuala Namu yang atapnya berkarat dan bocor.
Bahkan yang paling menyedihkan hal itu terjadi di bandara bertaraf internasional yang menjadi kebanggaan warga Sumatera Utara,” ungkapnya.
Dirinya pun mengungkapkan kalau terus seperti ini status internasional bandara Kuala Namu bisa dicabut. Kalau sampai dicabut maka hal itu merupakan pukulan bagi rakyat Sumut dan sangat memalukan.
Sementara itu duty manajer Jasirin yang di temui wartawan di ruang kerjanya membenarkan atap bandara Kuala Namu yang setiap hari dikunjungi ribuan penumpang dan pejabat penting banyak yang bocor.
Dirinya pun mengaku miris dan sedih melihat kedaan itu ,” miris dan sedih jugalah lihat seperti ini, apalagi bandara ini bertaraf internasional,”ungkapnya.
Menurutnya kebocoran atap itu merupakan tanggungjawab PT AP II sebagai pengelola bandaraKuala Namu,” seharusnya petugas teknisi mengecek apalagi saat musim hujan seperti ini yang bocor segera diperbaiki ,” ungkapnya. ( KK/Adis)
Memang Aneh melihat kondisi atap KNIA yang baru setahun lebih beroperasi sudah berkarat, akibatnya atap gedung KNIA ini mengalami bocor dikala hujan hingga air menetes membasahi lantai.
Beginikah keadaan yang namanya bandara Internasional itu, yang dikatakan sebagai bandara percontohan di Indonesia, tampaknya saja megah dan canggih tapi kalau hujan bocor.
Padahal gedung Bandara International itu menghabiskan dana sampai 5,8 triliun dalam pembuatannya, tapi hasil dari dana yang dikeluarkan itu tidak menjamin bebas bocor kalau hujan turun dengan lebatnya.
Pantauan wartawan www.anakbangsapost.com dilapangan dalam laporannya kepada kami Redaksi menyebutkan, pada Jumat (26/9) pagi kemarin saat hujan turun gerimis kecil, kelihatan di beberapa sudut bandara bertaraf internasional itu, seperti di lantai 1 terminal kedatangan dan lantai 3 terminal keberangkatan tepatnya di zona drop zone. Air menetes dari atap bandara yang bocor menggenangi lantai yang terbuat dari keramik, keadaan itu membuat petugas kebersihan harus menampung curahan hujan dengan ember maupun tong sampah.
Menurut salah seorang petugas kebersihan disitu kebocoran atap itu sudah sering terjadi terutama saat musim hujan seperti ini.
Dirinya pun mengaku kalau mereka sudah kewalahan menampung air hujan, belum lagi mengeringkan lantai keramik yang basah akibat cepritan air hujan tersebut,” capeklah kami kalau sudah hujan mana lagi harus mengeringkannya, tragisnya belum lagi kering di sini, tapi ditempat lain sudah basah lagi,” keluhnya.
Mereka sudah sering melaporkannya ke petugas PT AP II dan sudah melihat kenyataan namun tak kunjung diperbaiki,’’ kendati sudah sering kami laporkan ke petugas PT AP II tapi hanya diperiksa saja, sampai sekarang tak kunjung diperbaiki ,’’ ungkapnya kesal.
Sementara itu Nanda (24) salah satu penumpang yang baru tiba dari Jakarta mengaku miris melihat kondisi Bandara Kuala Namu yang atapnya berkarat dan bocor.
Bahkan yang paling menyedihkan hal itu terjadi di bandara bertaraf internasional yang menjadi kebanggaan warga Sumatera Utara,” ungkapnya.
Dirinya pun mengungkapkan kalau terus seperti ini status internasional bandara Kuala Namu bisa dicabut. Kalau sampai dicabut maka hal itu merupakan pukulan bagi rakyat Sumut dan sangat memalukan.
Sementara itu duty manajer Jasirin yang di temui wartawan di ruang kerjanya membenarkan atap bandara Kuala Namu yang setiap hari dikunjungi ribuan penumpang dan pejabat penting banyak yang bocor.
Dirinya pun mengaku miris dan sedih melihat kedaan itu ,” miris dan sedih jugalah lihat seperti ini, apalagi bandara ini bertaraf internasional,”ungkapnya.
Menurutnya kebocoran atap itu merupakan tanggungjawab PT AP II sebagai pengelola bandaraKuala Namu,” seharusnya petugas teknisi mengecek apalagi saat musim hujan seperti ini yang bocor segera diperbaiki ,” ungkapnya. ( KK/Adis)
Posting Komentar