Di Deli Serdang Masih Ada Perlintasan Kereta Api Tanpa Palang Pintu
https://anakbangsapost.blogspot.com/2014/09/di-deli-serdang-masih-ada-perlintasan.html
Beringin (ABP)
Meskipun sudah sering kali terjadi kecelakaan dan banyak memakan korban, antara kereta api dengan kendaraan yang melintas di perlintasan kereta api Desa Aras Kabu maupun perlintasan kereta api Pasar Sore Desa Pasar V Kebun Kelapa Kecamatan Beringin.
![]() |
| ilustrasi |
Namun hingga kini kedua perlintasan kereta api masih belum dipasang palang pintu pengaman yang sering disebut orang pintu neng nong.
Masyarakat sudah berkali - kali memohon baik itu secara tertulis ke PT KAI maupun ke Dirjen Perhubungan Pusat,namun jawabannya ngambang bahkan buang badan antara PT KAI dengan Dirjen Perhubungan Pusat bahwa itu wewenang Pemkab Deliserdang.
Pantauan wartawan di kedua perlintasan kereta api tanpa palang pintu itu pada Sabtu sore ( 27/9) belum terpasang palang pintu.
Apalagi sejak adanya bandara Kuala Namu intensitas kendaraan yang melintas semakin meningkat, mulai sepeda motor , roda empat, bus serta truk, dengan demikian kemungkinan terjadinya kecelakaan pun semakin tanpa mengenal waktu.
Seperti yang dialami dump truk pengangkut matrial pembangunan rel kereta api ganda BK 9119 CS yang ditabrak kereta api penumpang jurusan Rantau Parapat-Medan, versis di perlintasan kereta api tanpa palang pintu di Desa Aras Kabu Kecamatan Beringin pada Jumat (26/9) sekira pukul 14:00 Wib lalu.
Walaupun tidak ada korban jiwa dalam kecelalaan itu , namun dum truk yang mengangkut bahan material batu pecah untuk pembangunan rel kereta api ganda Medan – Kuala Namu yang dikemudikan Hamdani Purba (44) warga Namoriam Kecamatan Pancur Batu, yang ditabrak kereta api persis bak truk sebelah kanan mengalami rusak parah dibagian belakang.
Berdasarkan keterangan sang supir Hamdani kalau dirinya mengemudikan truk tersebut dari arah Batang Kuis menuju Lubuk Pakam, tapi setibahnya di perlintasan kereta apai yang tanpa palang pintu itu dirinya tidak melihat adanya kereta api akan melintas .
”
Aku tidak melihat ada kereta api yang melintas , apalagi perlintasan kereta apinya tidak ada palang pintunya,” ungkapnya.
Sementara itu Said (40) warga sekitar sangat mengecam pihak PT Kereta Api Indonesia (KAI) yang hingga saat ini tidak memasang palang perlintasan kereta api di desa Aras Kabu, maupun di perlintasan Pasar Sore Desa Pasar V Kebun Kelapa Kecamatan Beringin.
Padahal menurut Said volume kendaraan dari Lubuk Pakam-Batang Kuis maupun sebaliknya saat ini sudah sangat padat. Ditambah lagi adanya bandara Kuala Namu.
“
Warga pun berharap kepada PT KAI maupun pemerintah Propinsi Sumatera Utara agar segera membuat palang pintu di kedua perlintasan kereta api itu ,” kami harap segera dibuat palang pintu kereta api di kedua perlintasan kereta api itu.
Jangan saling melempar tanggungjwablah, siapapun yang membuat palang pintunya toh untuk kebaikan bersama,” ungkap salah seorang warga yang diamini warga lainnya.
Sementara itu Kepala Dinas Perhubungan Deli Serdang M. Tahir Siagian mengungkapkan kalau anggaran untuk membuat palang pintu dikedua perlintasan itu sudah dianggarkan pada tahun 2015 dan diharapkan dapat
dibuat tahun itu juga,” berdasarkan informasi dari Jakarta kalau dana untuk membuatnya akan dimasukkan kedalam anggaran tahun 2015,” ungkapnya.
Diirnya pun mengungkapkan tidak ada menempatkan petugas dinas perhubungan untuk berjaga di kedua perlintasan itu ,” tidak ada anggaran untuk menempatkan petugas dinas perhubungan di kedua perlintasan itu ,” ungkapnya.
Semantara itu Bupati Deli Serdang didampingi Camat Beringin Batara Harahap mengungkapkan kalau pihaknya sudah sering mengirimkan surat kepada PT KAI agar dibuat palang pintu dikedua perlintasan itu.
Tidak hanya itu, disetiap ada pertemuan dengan PT KAI , pihaknya selalu mengusulkan agar segera dibuat palang pintu di kedua perlintasan kereta api itu. (KK/Adis)

Posting Komentar