CCTV Parkir KNIA Tidak Aktif Sindikat Pencuri Spion Beraksi
https://anakbangsapost.blogspot.com/2014/09/cctv-parkir-knia-tidak-aktif-sindikat.html
Kuala Namu (ABP)
Sindikat curanmor belum bisa diungkapkan,kini muncul lagi aksi pencurian spion kali ini berhasil menggasak spion taksi Kokapura yang sedang parkir di parkiran khusus taksi di Bandara Kuala Namu.
Ini lantaran tidak berfungsinya CCTV pada Senin (22/9/2014) sekira pukul 09.00 Wib.
![]() |
| Subandi (kaos hitam) |
Ironisnya aparat keamanan dari berbagai instansi yang ada di bandara KNIA masih saja ada yang kehilangan, bahkan ada yang kecopetan.
Informasi dihimpun, tidak aktifnya closed circuit television ( CCTV) parkiran taksi khusus bandara Kuala Namu yang berada tidak jauh dari parkiran B.
Ternyata dimanfaatkan sindikat pencurian spion yang
juga tidak mau kalah dengan sindikat pencurian sepeda motor dan sindikat spesialis copet, yang telah mengancam keamanan penumpang maupun pengunjung.
Bahkan aksi sindikat pencurian spion di KNIA itu tidak mengenal waktu dan tidak takut dengan penjagaan ketat petugas keamanan bandara.
Buktinya Subandi ( 43) warga Pasar III Medan Marelan yang seorang supir taksi harus kecewa melihat spion sebelah kiri taksi Kokapura, yang diparkirkannya diparkiran khusus taksi sudah hilang dihembat
maling, padahal dirinya baru parkir 30 menit saja.
Mirisnya saat Subandi melaporkan kehilangan spion taksinya ke ruangan OIC dan menemui duty manajer Jasirin,
Subandi harus kecewa dan menerima kenyataan
pahit kalau CCTV ditempatnya parkir belum aktif.
Akibatnya Subandi pun tidak bisa melihat ciri-ciri pelaku yang mencuri spion dari taksinya yang ditaksir harganya mencapai Rp 300 ribu sampai Rp 400 ribu.
Apalagi spion yang diembat pelaku itu masih asli dan belum ada dijual dipasaran sehingga jika ingin menggantinya mau tidak mau harus membeli yang asli dengan harga mahal ,” aku kecewa CCTVnya belum aktif padahal kalau CCTV-nya maka pelakunya bisa ditangkap,”
ungkapnya kecewa.
Subandi pun menjelaskan bahwa diirnya tahu kalau spion taksinya sudah hilang saat akan menjemput sewanya.
Lanjut Subandi memperkirakan kalau pelakuknya itu sudah sering ke bandara dan mengetahui kondisi parkir yang CCTVnya belum aktif ,” kalau rekaman CCTVnya ada pasti pelakuknya dapat ditangkap.
Sementara itu Yongki ( 36) Warga Tebing Tinggi salah satu pengunjung KNIA saat ditemui di parkiran mengungkapkan kekecewaannya CCTV di parkiran bandara bertaraf internasional belum aktif, padahal setiap harinya ribuan kendaraan parkir di bandara ini dari berbagai merek dan jenis ,” bagaiman kalau mobil pejabat yang spionnya dimaling apa bisa pengelola bandara bilang kalau CCTV tidak aktif.
Dirinya pun merasa heran bagaimana bisa pelaku pencurian spion beraksi pada banyak petugas kemanan di bandara ,” percuma saja petugas keamanannya banyak dan dibayar mahal tapi klau maling bebas beraksi , apa mereka tidak patroli mengingat untuk membuka spion butuh waktu lama ,” ungkapnya .
Sementara itu duty manajer Jasirin mengungkapkan bahwa CCTV di parkiran memang belum aktif ,” saya sudah lihat ke ruangan monitor CCTV, ternyata CCTV di parkiran memang belum aktif,” ungkapnya.
Dirinya pun tidak memungkiri bahwa keberadaan CCTV sangat penting apa lagi dititik-titik tertentu termasuk parkiran ,’’ gunanya seperti ini, kalau ada kejadian bisa membantu mengunkap kejadian kemalingan.
Namun sejauh ini belum aktif, ya bagaiamana kita bilang itu semua persetujuan dari pusat,” terangnya.
( KK/Adis)
.jpg)
Posting Komentar