anakbangsapost

Pemko Subulussalam Peringati Hardikda Ke- 57

Subulussalam, (ABP)
Pemerintah Kota Subulussalam dan siswa-siswa tingkat Sekolah Dasar, Menengah dan Atas mengikuti Upacara Hari Pendidikan Daerah (Hardikda) Aceh Ke-57, yang dilaksanakan di lapangan Sada Kata komplek perkantoran Pemko Subulussalam, Senin (5/9/2016).
Upara tersebut dipimpin oleh Sekretaris Daerah Kota Subulussalam, H.Damhuri,SP.MM, dihadiri oleh Kejaksaan Negeri Singkil, DPRK Subulussalam, Ketua MPU Subulussalam, Kepala Kantor Kementerian Agama Subulussalam, Para Staf Ahli, Camat dan Kepala Sekolah.
Sekdako Subulussalam, H.Damhuri,SP.MM, selaku Inspektur Upacara membacakan amanat Gubernur Aceh, dr.H.Zaini Abdullah, mengatakan, bahwa Hari Pendidikan Daerah Aceh merupakan salah satu bentuk Keistimewaan Aceh untuk memperkuat semangat dalam meningkatkan mutu pendidikan di daerah Aceh. Momentum Hardikda Aceh tersebut hadir dengan sejumlah makna.
Dengan kehadiran guru-guru berkompeten akan mampu melahirkan pelajar-pelajar yang memiliki kreativitas dan cerdas. Tahun 2015 sudah 2.989 putera-puteri Aceh yang menerima beasiswa dari Pemerintah Aceh. Diantara penerima beasiswa tersebut sedang menuntut ilmu dibergai negara hingga saat ini. Untuk pendidikan anak yatim terus diperhatikan, sudah sekitar 450 ribu anak yatim Aceh menerima beasiswa.
Agar tercapainya sasaran pembangunan pendidikan diminta semua pihak harus terlibat secara terintegerasi, baik itu Dinas Pendidikan, Kanwil Kementerian Agama, Badan Pembinaan dan Pendidikan Dayah, Bappeda, Majelis Pendidikan Daerah, Perguruan Tinggi dan sebagainya. Gubernur Aceh berharap semua jaringan ini dapat bekerja secara optimal untuk mewujudkan dan menghadirkan sistem pendidikan yang terbaik di Aceh.
Gubernur mengingatkan, bahwa sesuai dengan amanat Undang-Undang No 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, mulai 1 Januari 2017 tanggungjawab pengelolaan pendidikan setingkat Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama dibawah koordinasi Pemerintah Kabupaten/Kota, sedangkan Pemerintah Provinsi bertanggung jawab setingkat SMA dan Sekolah Luar Biasa. Sementara Pendidikan Tinggi tanggungjawab Pemerintah Pusat.
Untuk hal itu diminta semua pemangku pendidikan harus mempersiapkan diri menjalankan kebijakan ini dengan baik. Dengan melalui Kerja Nyata Untuk Pendidikan, diharapkan Aceh mampu tampil sebagai salah satu kawasan basis pendidikan di Indonesia.
H.Damhuri,SP.MM, menambahkan, bahwa pendidikan di Kota Subulussalam ada beberapa hal persoalan, yaitu jumlah tenaga pendidik tingkat SLTA terutama SMK masih kekurangan dan penempatan tenaga pendidik tidak merata. Guru-guru TK dan PAUD belum ada Kompetensi yang cukup.
Untuk hal itu, Sekdako Subulussalam berharap kepada Dinas Pendidikan agar segera melakukan langkah-langkah yang komprehensif dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Kota Subulussalam.(Imran)

Related

BreakNews 1741694850344248748

Posting Komentar

Berita Terpopuler

Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic

Edisi Cetak

Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic
item