Ima, Anak Desa Tak Tamat SMA yang Jadi Penasehat Barack Obama
https://anakbangsapost.blogspot.com/2016/07/ima-anak-desa-tak-tamat-sma-yang-jadi.html
Washington DC, (ABP)
Perempuan asal Malang Jawa Timur, Imamatul Maisaroh (34), menjadi kepercayaan Gedung Putih Amerika Serikat (AS) sejak 2015. Ima yang bekas pembantu rumah tangga (PRT) ini jadi anggota Dewan Penasehat tentang Perbudakan Manusia untuk Presiden Barack Obama.
Pada Selasa (26/7/2016) Ima tampil di Konvensi Nasional Partai Demokrat AS yang akan digelar di Philadelphia. Ibu dari tiga anak tersebut diminta menyampaikan pengalamannya sebagai korban perbudakan dan perdagangan manusia di Amerika di depan puluhan ribu delegasi Partai Demokrat –partai yang mengusung Obama sebagai Presiden AS.
Dalam kesempatan tersebut, Ima yang lahir di Desa Kanigoro, Dusun Krajan, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Malang ini juga akan menyampaikan program penanggulangan perbudakan dan perdagangan manusia.
Dengan posisinya itu, Ima memberi saran dan masukan kepada Presiden Obama untuk memberantas perdagangan manusia. Tercatat 40 ribu sampai 45 ribu orang menjadi korban perdagangan manusia di AS.
Bersama tiga anggota lainnya, Ima dipercaya menangani dua dari lima masalah utama.
‘’Yakni, soal pendanaan dan sosialisasi para korban perdagangan manusia,’’ tutur Ima seperti dikutip dari www.indonesianlantern.com, sebuah situs komunitas warga Indonesia di Amerika, Senin (25/7/2016).
Kepercayaan itu diberikan ke pundak Ima, yang sejak tahun 2012 menjadi staf CAST (Coalition to Abolish Slavery & Trafficking), sebuah LSM anti perdagangan manusia.
Di CAST, Ima menjabat sebagai organisator atau koordinator para korban Perbudakan dan Perdagangan Manusia.
Anak Desa
Turiyo (54) dan Alima (50) mengaku bangga pada anaknya, Imamatul Maisaroh (33). Ima, adalah salah satu yang terpilih menjadi pembicara pada Konvensi Nasional Partai Demokrat yang digelar di Philadelphia, Pennsylvania, Amerika Serikat, Selasa (26/7/2016).
Ima merupakan perempuan asal Desa Kanigoro, Dusun Krajan, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Malang.
Anak pertama dari tiga bersaudara ini memiliki kisah hidup yang mengharukan sebelum ia sukses di negara lain.
Melalui pesan singkat messenger, ia menceritakan bagaimana ia bisa sampai ke Amerika."Dulu saya berhenti sekolah karena mau dikawinkan dengan orang yang tidak saya kenal. Akhirnya, saya kabur," ungkap Ima.
Ima kemudian daftar ke sebuah perusahaan untuk kerja di Hong Kong. Karena ia tidak punya pengalaman, jadi ia harus latihan kerja.
"Saya latihan kerja di Malang and majikan saya ini punya saudara sepupu di AS. Saudaranya ini perlu pembantu, saya di tawarin. Saya senang sekali karna gajinya $150 per bulan," imbuhnya.
Pernyataan Ima kemudian dibenarkan oleh kedua orangtuanya,Turiyo (54) dan Alima (50).Mereka mengaku menjodohkan Ima saat masih duduk dibangku sekolah kelas 1 SMA.
Ima ketika itu kemudian melarikan diri karena tak cinta. "Anaknya tidak suka. Mereka sudah menikah tapi belum sampai punya anak," tutur ayah Ima, Turiyo.
Turiyo dan istrinya saat itu tidak mengetahui kalau anaknya kabur, sampai pada akhirnya Ima ikut juragan untuk dipekerjakan sebagai tenaga kerja wanita (TKW).
Namun mereka harus menebus Rp 600 ribu karena Ima lebih memilih untuk ikut bekerja di Amerika ketimbang di Hong Kong. (int)
Posting Komentar