anakbangsapost

Pawai Takbir Malam Lebaran di Karimun Ditiadakan


KARIMUN (ABP) 
Pemerintah Kabupaten Karimun memastikan tidak akan ada lagi kegiatan pawai takbir atau arak arakan seperti tahun-tahun sebelumnya saat malam Hari Raya Idul Fitri. Kepastian itu terungkap dalam rapat persiapan kegiatan menyambut Lebaran di ruang rapat utama lantai tiga Kantor Bupati Karimun, Selasa (15/7) yang dihadiri oleh perwakilan dari berbagai unsur.

"Malam hari raya adalah malam kegembiraan kita menyambut 1 Syawal yang merupakan hari raya umat Islam. Tentunya diisi dengan pujian atas kebesaran Allah, tapi perlu diperbaiki lagi jangan seperti tahun-tahun sebelumnya. Terus terang pelepasan pawai takbir sudah nampak tidak ada manfaatnya, suara knalpot sepeda motor yang hingar bingar, kita yang dengarnya pun sangat tidak nyaman. Apa ini yang kita cari, saya sepakat dengan pendapat para hadirin kalau pawai takbiran malam hari raya ditiadakan," kata Bupati Karimun, Nurdin Basirun dalam rapat itu.

Menurut Nurdin, aparat kepolisian memang memiliki personel dan kemampuan dalam mengamankan malam takbir, tapi kenapa harus mengeluarkan tenaga yang ekstra hanya untuk konvoi yang tidak ada manfaatnya. Kemudian pertimbangan lainnya adalah, pawai takbir yang arogan akan menimbulkan citra yang kurang baik dan memberikan efek negatif, khususnya kepada pasagan muda mudi.

"Meski modern tapi kalau tidak sesuai dengan syariat Islam itu sendiri ya percuma. Untuk menyiasati keramaian pada malam hari raya itu nanti kita buat keramaian di Coastal Area dengan menggelar berbagai kegiatan. Bisa saja lomba takbiran atau lomba memukul bedug khusus empat Kecamatan di Pulau Karimun yang dilanjutkan dengan santapan rohani menghadirkan penceramah ternama," tambah Nurdin.

Untuk menyemarakkan malam hari raya lanjut Nurdin, direncanakan akan digelar lomba takbiran di seluruh masjid atau mushalla dan nantinya akan dinilai oleh tim juri dengan beberapa kriteria tentunya. Sekretaris Daerah Karimun TS Arif Fadillah yang memimpin rapat tersebut sepakat terkait ditiadakannya pawai takbir pada malam Hari Raya Idul Fitri. Menurutnya, kegiatan itu lebih banyak sisi negatifnya seperti pasangan muda-mudi berboncengan sepeda motor padahal belum resmi menikah.

"Jadi alternatifnya kita buat keramaian di Coastal Area. Sebagaimana usulan dari beberapa tokoh maka akan kita undang ulama. Kita gemakan takbir bersahut-sahutan di lokasi yang menjadi ikon Kabupaten Karimun dengan diiringi tabuhan bedug dan Insya Allah nanti akan dilombakan," kata Arif.

Shalat Ied Dalam kesempatan itu juga turut dibahas mengenai persiapan shalat ied pada pagi Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal. Yang mana lokasinya direncanakan akan digelar di Masjid Agung Poros. "Untuk khatib kita masih akan memastikan, rencananya dari berbagai usulan maka akan kita coba mengundang mantan Menteri Agama, Said Agil. Dia juga sudah dekat dengan masyarakat Kabupaten Karimun, pada saat MTQ Provinsi Kepri di Karimun juga pernah menjadi ketua dewan hakim dan kita ketahui penyampaian ceramahnya juga bagus. Tapi itu belum bisa dipastikan. Sedangkan untuk cadangan khatib adalah Ustadz Agustina dan cadangan II Ustadz Zulfan Batubara," kata Sekda.

Usulan tersebut pun direspon positif oleh Bupati Karimun Nurdin Basirun, dengan langsung mempersilahkan mantan Menteri Agama tersebut untuk mendiami rumah dinasnya jika memang bersedia menjadi khatib sholat ied. "Kalau tempat tinggalnya jangan risau, pakai saja rumah dinas Bupati," kata Nurdin. (hendri/hk)

Related

Tanjung Balai Karimun 3744629642561453503

Posting Komentar

Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic

Edisi Cetak

Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic
item