Lalat Serbu Bandara KNIA
https://anakbangsapost.blogspot.com/2014/07/lalat-serbu-bandara-knia.html
Kuala Namu (ABP)
Binatang lalat saat ini kelihatan menyerbu bandara KNIA dan mengganggu kenyamanan para penumpang di terminal kedatangan maupun keberangkatan baik domestic maupun internasional dan penumpang di stasiun kereta api bandara (ARS) KNIA.
Ini mengundang ke aneh yang bisa menyerbu itu biasanya penumpang serta calo taksi gelap,tiket pesawat datang.Meskipun ditindak dirazia menjelang lebaran.
berdasarkan pengamatan ABP baru baru ini pagi hampir disetiap sudut bandara KNIA dihinggapi kawanan lalat.
Bahkan hama lalat hinggap di badan para penumpang yang membuat mereka risih, dan membuat calon penumpang seperti merasa tidak nyaman. Bahkan beberapa penumpang terlihat sibuk mengusir lalat yang hinggap dibadan bahkan minuman dan makanan yang mereka bawa.
Banyaknya hama lalat dibandara bertaraf internasional itu sebagai bukti bukan hanya fasilitasnya yang mengecewakan tapi system kebersihannya juga diragukan. Bagaimana tidak, saat kita berada di rumah makan dan restoran dipinggir jalan saja belum tentu ada lalat yang hinggap dimeja makan. Jika banyak lalat dirumah makan atau restoran itu pasti kita tidak akan selera makan dan memilih pindah kerumah makan lain. Konon lagi di bandara yang menjadi kebanggaan
masyarakat Sumatera Utara itu, seharusnya PT AP II sebagai pengelola bandara KNIA harus bertindak cepat mengatasi masalah hama lalat itu. Mengingat setiap hari ribuan penumpang silih berganti berangkat dan tiba di bandara KNIA selain itu banyak kios yang menjual berbagai menu makanan dan minuman.
Betapa malunya jika turis ataupun tamu penting negara yang baru tiba di bandara melihat serbuan hama lalat yang hinggap hampir disetiap sudut bandara KNIA. Dan menceritakan apa yang mereka lihat di bandara
KNIA kepada keluarga ataupun kenalan mereka dinegara asal mereka pasti akan membuat citra bandara KNIA sebagai bandara nomor 2 terbesar di Indonesia semakin buruk dimata masyarakat internasional.
Hal ini tentu saja tidak sepadan dengan biaya Rp 5,8 Triliun yang dihabiskan untuk pembangunan bandara KNIA.
Meskipun PT AP II sebagai pengelola Bandara KNIA sudah membuat perangkap (perekat lalat ) disetiap sudut untuk mengatasi serbuan lalat yang sudah sejak sebulan terakhir terjadi seperti yang terlihat di stasiun kereta api bandara (ARS) namun sepertinya cara itu kurang
efektif. Terbukti dengan banyaknya lalat yang masih berterbangan dan mengganggu kenyamanan para penumpang di stasiun kereta api. Seperti
yang diungkapkan Sayuti S (39) salah seorang penumpang kereta api bandara tujuan Medan bahwa dirinya risih dan tidak nyaman melihat banyaknya hama lalat yang berterbangan terlebih jika lalat itu hinggap
dibadan pasti menjijikkan.
Dirinya pun mengungkapkan keraguannya dengan sistem kebersihan bandara KNIA,” jadi ragu aku dengan seitem kebersihan dibandara ini, sudah seperti toilet umum banyak lalat berterbangan kan malu bandara KNIA penuh lalat sangat menjijikan sekali apa jadinya,” ungkapnya.
Ternyata tidak hanya penumpang yang kecewa pengusaha salah situ kios yang menjual berbagai makanan dan minuman di bandara KNIA juga mengaku
kecewa dengan serbuan hama lalat itu.
Menurut pria berkulit putih dan bepostur tinggi sedang itu sejak serbuan hama lalat itu penjualannya berkurang disebabkan para penumpang yang melihat banyak lalat
berterbangan jadi ragu untuk singgah membeli makanan dan minuman.
Dirinya pun takut jika terus seperti ini pasti usahanya bisa merugi bahkan bangkrut belum lagi biaya sewa yang mahal yang mencapai ratusan juta perbulannya,” bagaimana aku bisa bayar sewa yang mahal kalau
omzet penjualan terus menurun, jangankan untuk balik modal untuk bayar sewa saja sudah susah bisa – bisa bangkrut usahaku,” keluhnya.
Menanggapi keluhan penumpang pengguna kereta api bandara KNIA Manager Komersil Airport Railink Service (ARS) KNIA Zulham Syahputra mengungkapkan pihak ARS yang hanya sebagai penyewa tempat sudah
sering menyampaikan keluhan para penumpang yang tidak nyaman dengan banyaknya hama lalat sejak sebulan terakhir kepada PT AP II sebagai penanggungjawab dan pengelola bandara KNIA.
Untuk menagntisipasi serbuan hama lalat PT AP II dan pihak ARS sudah membuat perekat (perangkap) lalat dan melakukan penyeprotan zat anti serangga,” kami
sudah sering menyampaikan keluhan para penumpang yang tidak nyaman akibat banyaknya hama lalat ke PT AP II. PT AP II juga sudah berusaha mengatasi masalah hama lalat itu ,” ungkapnya.
Sementara Liassion of Manager Bandara KNIA M Wasfan mengungkapkan pihaknya sudah melakukan penyemprotan hama lalat bekerjasama dengan
kesehatan pelabuhan (KKP) sejak dua minggu terakhir . Menurutya serangan hama lalat pun sudah berkurang," kami akan selalu waspada dan akan terus melakukan antisipasi,’’ ujarnya singkat.
Terisah Duty Manager Bandara KNIA Djamal Amri mengungkapkan masalah hama lalat itu merupakan masalah musiman. Untuk mengatasinya PT AP II
pun sudah melakukan penyeprotan zat anti serangga dan membuat perekat lalat disetiap sudut bandara,” ungkapnya. (KK/Adis)


Posting Komentar